.¸ღ10 Permintaan Iblis kepada Allah SWTღ¸.
♫•*¨*•.¸¸ﷲ♥.♥ﷲ¸¸.•*¨*•♫♫•* ¨*•.¸¸ﷲ♥.♥ﷲ¸¸.•*¨*•♫♫•*¨*
(Dari Muadz bin Jabal dari Ibn Abbas)
Ketika kami sedang bersama Rasulullah SAW di kediaman seorang sahabat Anshar, tiba-tiba
♫•*¨*•.¸¸ﷲ♥.♥ﷲ¸¸.•*¨*•♫♫•*
(Dari Muadz bin Jabal dari Ibn Abbas)
Ketika kami sedang bersama Rasulullah SAW di kediaman seorang sahabat Anshar, tiba-tiba
terdengar panggilan seseorang dari luar rumah: “Wahai penghuni rumah, bolehkah aku masuk ? Sebab kalian akan membutuhkanku.”
Rasulullah bersabda: “Tahukah kalian siapa yang memanggil?”
Kami menjawab: “Allah dan RasulNya yang lebih tahu.”
Beliau melanjutkan: “Itu Iblis, laknat Allah bersamanya.”
Umar bin Khattab berkata: “Izinkan aku membunuhnya wahai Rasulullah”.
Rasulullah menahannya: “Sabar wahai Umar, bukankah kamu tahu bahwa Allah memberinya kesempatan hingga hari kiamat? Lebih baik bukakan pintu untuknya, sebab dia telah diperintahkan oleh Allah untuk ini, pahamilah apa yang hendak ia katakan dan dengarkan dengan baik.”
Ibnu Abbas RA berkata: “Pintu lalu dibuka, ternyata dia seperti seorang kakek yang cacat satu matanya. Di janggutnya terdapat 7 helai rambut seperti rambut kuda, taringnya terlihat seperti taring babi, bibirnya seperti bibir sapi.”
Iblis berkata: “Salam untukmu Muhammad. Salam untukmu para hadirin…”
Rasulullah SAW lalu menjawab: “Salam hanya milik Allah SWT, sebagai mahluk terlaknat, apa keperluanmu?”
Iblis menjawab: “Wahai Muhammad, aku datang ke sini bukan atas kemauanku, namun karena terpaksa.”
Rasulullah bertanya: “Siapa yang memaksamu?”
Iblis mejawab: Seorang malaikat dari utusan Allah telah mendatangiku dan berkata: “Allah SWT
memerintahkanmu untuk mendatangi Muhammad sambil menundukkan diri. Beritahu
Muhammad tentang caramu dalam menggoda manusia. Jawabalah dengan jujur semua
pertanyaannya. Demi kebesaran Allah, andai kau berdusta satu kali saja, maka Allah akan
jadikan dirimu debu yang ditiup angin. Oleh karena itu aku sekarang mendatangimu. Tanyalah
apa yang hendak kau tanyakan. Jika aku berdusta, aku akan dicaci oleh setiap musuhku. Tidak
ada sesuatu pun yang paling besar menimpaku daripada cacian musuh.”
Rasulullah SAW lalu bertanya kepada Iblis: “Kalau kau benar jujur, siapakah manusia yang
paling kau benci?”
Iblis segera menjawab: “Kamu, kamu dan orang sepertimu adalah mahkluk Allah yang paling
Iblis segera menjawab: “Kamu, kamu dan orang sepertimu adalah mahkluk Allah yang paling
aku benci.”
Rasulullah: “Siapa selanjutnya?”
Iblis: “Pemuda yang bertakwa yang memberikan dirinya mengabdi kepada Allah SWT.”
Rasulullah: “Lalu siapa lagi?”
Iblis: “Orang Aliim dan wara’ (Loyal)”
Rasulullah: “Lalu siapa lagi?”
Iblis: “Orang yang selalu bersuci.”
Rasulullah: “Siapa lagi?”
Iblis: “Seorang fakir yang sabar dan tak pernah mengeluhkan kesulitannnya kepda orang lain.”
Rasulullah: “Apa tanda kesabarannya?”
Iblis: “Wahai Muhammad, jika ia tidak mengeluhkan kesulitannya kepada orang lain selama 3 hari, Allah akan memberi pahala orang -orang yang sabar.”
Rasulullah: ” Selanjutnya apa?”
Iblis: “Orang kaya yang bersyukur.”
Rasulullah: “Apa tanda kesyukurannya?”
Iblis: “Ia mengambil kekayaannya dari tempatnya, dan mengeluarkannya juga dari tempatnya.”
Rasulullah: “Orang seperti apa Abu Bakar menurutmu?”
Iblis: “Ia tidak pernah menurutiku di masa jahiliyah, apalagi dalam Islam.”
Rasulullah: “Umar bin Khattab?”
Iblis: “Demi Allah setiap berjumpa dengannya aku pasti kabur.”
Rasulullah: “Usman bin Affan?”
Iblis: “Aku malu kepada orang yang malaikat pun malu kepadanya.”
Rasulullah: “Ali bin Abi Thalib?”
Iblis: “Aku berharap darinya agar kepalaku selamat, dan berharap ia melepaskanku dan aku melepaskannya. tetapi ia tak akan mau melakukan itu.” (Ali bin Abi Thalib selau berdzikir terhadap Allah SWT)
Rasulullah: “Apa yang kau rasakan jika melihat seseorang dari umatku yang hendak shalat?”
Iblis: “Aku merasa panas dingin dan gemetar.”
Rasulullah: “Kenapa?”
Iblis: “Sebab, setiap seorang hamba bersujud 1x kepada Allah, Allah mengangkatnya 1 derajat.”
Rasulullah: “Jika seorang umatku berpuasa?”
Iblis: “Tubuhku terasa terikat hingga ia berbuka.”
Rasulullah: “Jika ia berhaji?”
Iblis: “Aku seperti orang gila.”
Rasulullah: “Jika ia membaca al-Quran?”
Iblis: “Aku merasa meleleh laksana timah diatas api.”
Rasulullah: “Jika ia bersedekah?”
Iblis: “Itu sama saja orang tersebut membelah tubuhku dengan gergaji.”
Rasulullah: “Mengapa bisa begitu?”
Iblis: “Sebab dalam sedekah ada 4 keuntungan baginya. Yaitu keberkahan dalam hartanya,
Rasulullah: “Siapa selanjutnya?”
Iblis: “Pemuda yang bertakwa yang memberikan dirinya mengabdi kepada Allah SWT.”
Rasulullah: “Lalu siapa lagi?”
Iblis: “Orang Aliim dan wara’ (Loyal)”
Rasulullah: “Lalu siapa lagi?”
Iblis: “Orang yang selalu bersuci.”
Rasulullah: “Siapa lagi?”
Iblis: “Seorang fakir yang sabar dan tak pernah mengeluhkan kesulitannnya kepda orang lain.”
Rasulullah: “Apa tanda kesabarannya?”
Iblis: “Wahai Muhammad, jika ia tidak mengeluhkan kesulitannya kepada orang lain selama 3 hari, Allah akan memberi pahala orang -orang yang sabar.”
Rasulullah: ” Selanjutnya apa?”
Iblis: “Orang kaya yang bersyukur.”
Rasulullah: “Apa tanda kesyukurannya?”
Iblis: “Ia mengambil kekayaannya dari tempatnya, dan mengeluarkannya juga dari tempatnya.”
Rasulullah: “Orang seperti apa Abu Bakar menurutmu?”
Iblis: “Ia tidak pernah menurutiku di masa jahiliyah, apalagi dalam Islam.”
Rasulullah: “Umar bin Khattab?”
Iblis: “Demi Allah setiap berjumpa dengannya aku pasti kabur.”
Rasulullah: “Usman bin Affan?”
Iblis: “Aku malu kepada orang yang malaikat pun malu kepadanya.”
Rasulullah: “Ali bin Abi Thalib?”
Iblis: “Aku berharap darinya agar kepalaku selamat, dan berharap ia melepaskanku dan aku melepaskannya. tetapi ia tak akan mau melakukan itu.” (Ali bin Abi Thalib selau berdzikir terhadap Allah SWT)
Rasulullah: “Apa yang kau rasakan jika melihat seseorang dari umatku yang hendak shalat?”
Iblis: “Aku merasa panas dingin dan gemetar.”
Rasulullah: “Kenapa?”
Iblis: “Sebab, setiap seorang hamba bersujud 1x kepada Allah, Allah mengangkatnya 1 derajat.”
Rasulullah: “Jika seorang umatku berpuasa?”
Iblis: “Tubuhku terasa terikat hingga ia berbuka.”
Rasulullah: “Jika ia berhaji?”
Iblis: “Aku seperti orang gila.”
Rasulullah: “Jika ia membaca al-Quran?”
Iblis: “Aku merasa meleleh laksana timah diatas api.”
Rasulullah: “Jika ia bersedekah?”
Iblis: “Itu sama saja orang tersebut membelah tubuhku dengan gergaji.”
Rasulullah: “Mengapa bisa begitu?”
Iblis: “Sebab dalam sedekah ada 4 keuntungan baginya. Yaitu keberkahan dalam hartanya,
hidupnya disukai, sedekah itu kelak akan menjadi hijab antara dirinya dengan api neraka dan
segala macam musibah akan terhalau dari dirinya.”
Rasulullah: “Apa yang dapat mematahkan pinggangmu?”
Iblis: “Suara kuda perang di jalan Allah.” Rasulullah: “Apa yang dapat melelehkan tubuhmu?”
Rasulullah: “Apa yang dapat mematahkan pinggangmu?”
Iblis: “Suara kuda perang di jalan Allah.” Rasulullah: “Apa yang dapat melelehkan tubuhmu?”
Iblis: “Taubat orang yang bertaubat.”
Rasulullah: “Apa yang dapat membakar hatimu?”
Iblis: “Istighfar di waktu siang dan malam.”
Rasulullah: “Apa yang dapat mencoreng wajahmu?”
Iblis: “Sedekah yang diam – diam.”
Rasulullah: “Apa yang dapat menusuk matamu?”
Iblis: “Shalat fajar.”
Rasulullah: “Apa yang dapat memukul kepalamu?”
Iblis: “Shalat berjamaah.”
Rasulullah: “Apa yang paling mengganggumu?”
Iblis: “Majelis para ulama.”
Rasulullah: “Bagaimana cara makanmu?”
Iblis: “Dengan tangan kiri dan jariku.”
Rasulullah: “Dimanakah kau menaungi anak – anakmu di musim panas?”
Iblis: “Di bawah kuku manusia.”
Rasulullah lalu bertanya: “Siapa temanmu wahai Iblis?”
Iblis: “Pemakan riba.”
Rasulullah: “Siapa sahabatmu?”
Iblis: “Pezina.”
Rasulullah: “Siapa teman tidurmu?”
Iblis: “Pemabuk.”
Rasulullah: “Siapa tamumu?”
Iblis: “Pencuri.”
Rasulullah: “Siapa utusanmu?”
Iblis: “Tukang sihir.”
Rasulullah: “Apa yang membuatmu gembira?”
Iblis: “Bersumpah dengan cerai.”
Rasulullah: “Siapa kekasihmu?”
Iblis: “Orang yang meninggalkan shalat jumaat”
Rasulullah: “Siapa manusia yang paling membahagiakanmu?”
Iblis: “Orang yang meninggalkan shalatnya dengan sengaja.”
Rasulullah SAW lalu bersabda: “Segala puji bagi Allah yang telah membahagiakan umatku dan
Rasulullah: “Apa yang dapat membakar hatimu?”
Iblis: “Istighfar di waktu siang dan malam.”
Rasulullah: “Apa yang dapat mencoreng wajahmu?”
Iblis: “Sedekah yang diam – diam.”
Rasulullah: “Apa yang dapat menusuk matamu?”
Iblis: “Shalat fajar.”
Rasulullah: “Apa yang dapat memukul kepalamu?”
Iblis: “Shalat berjamaah.”
Rasulullah: “Apa yang paling mengganggumu?”
Iblis: “Majelis para ulama.”
Rasulullah: “Bagaimana cara makanmu?”
Iblis: “Dengan tangan kiri dan jariku.”
Rasulullah: “Dimanakah kau menaungi anak – anakmu di musim panas?”
Iblis: “Di bawah kuku manusia.”
Rasulullah lalu bertanya: “Siapa temanmu wahai Iblis?”
Iblis: “Pemakan riba.”
Rasulullah: “Siapa sahabatmu?”
Iblis: “Pezina.”
Rasulullah: “Siapa teman tidurmu?”
Iblis: “Pemabuk.”
Rasulullah: “Siapa tamumu?”
Iblis: “Pencuri.”
Rasulullah: “Siapa utusanmu?”
Iblis: “Tukang sihir.”
Rasulullah: “Apa yang membuatmu gembira?”
Iblis: “Bersumpah dengan cerai.”
Rasulullah: “Siapa kekasihmu?”
Iblis: “Orang yang meninggalkan shalat jumaat”
Rasulullah: “Siapa manusia yang paling membahagiakanmu?”
Iblis: “Orang yang meninggalkan shalatnya dengan sengaja.”
Rasulullah SAW lalu bersabda: “Segala puji bagi Allah yang telah membahagiakan umatku dan
menyengsarakanmu.”
Iblis segera menimpali: “Tidak,tidak.. tak akan ada kebahagiaan selama aku hidup hingga hari
akhir. Bagaimana kau bisa berbahagia dengan umatmu, sementara aku bisa masuk ke dalam
aliran darah mereka dan mereka tak bisa melihatku. Demi yang menciptakan diriku dan
memberikanku kesempatan hingga hari akhir, aku akan menyesatkan mereka semua. Baik
yang bodoh, atau yang pintar, yang bisa membaca dan tidak bisa membaca, yang durjana dan
yang shaleh, kecuali hamba Allah yang ikhlas.”
Rasulullah: “Siapa orang yang ikhlas menurutmu?”
Iblis: “Tidakkah kau tahu wahai Muhammad, bahwa barang siapa yang menyukai emas dan
Rasulullah: “Siapa orang yang ikhlas menurutmu?”
Iblis: “Tidakkah kau tahu wahai Muhammad, bahwa barang siapa yang menyukai emas dan
perak, ia bukan orang yang ikhlas. Jika kau lihat seseorang yang tidak menyukai dinar dan
dirham, tidak suka pujian dan sanjunang, aku bisa pastikan bahwa ia orang yang ikhlas, maka
aku meninggalkannya. Selama seorang hamba masih menyukai harta dan sanjungan dan
hatinya selalu terikat dengan kesenangan dunia, ia sangat patuh padaku.
” Tahukah kamu Muhammad? Bahwa aku mempunyai 70.000 anak. Dan setiap anak memiliki
” Tahukah kamu Muhammad? Bahwa aku mempunyai 70.000 anak. Dan setiap anak memiliki
70.000 syaithan. Sebagian ada yang aku tugaskan untuk mengganggu ulama. Sebagian untuk
menggangu anak – anak muda, sebagian untuk menganggu orang -orang tua, sebagian untuk
menggangu wanta – wanita tua, sebagian anak -anakku juga aku tugaskan kepada para Zahid.
Aku punya anak yang suka mengencingi telinga manusia sehingga ia tidur pada shalat
berjamaah. tanpanya, manusia tidak akan mengantuk pada waktu shalat berjamaah. Aku punya
anak yang suka menaburkan sesuatu di mata orang yang sedang mendengarkan ceramah
ulama hingga mereka tertidur dan pahalanya terhapus.
Aku punya anak yang senang berada di lidah manusia, jika seseorang melakukan kebajikan
Aku punya anak yang senang berada di lidah manusia, jika seseorang melakukan kebajikan
lalu ia beberkan kepada manusia, maka 99% pahalanya akan terhapus. Pada setiap seorang
wanita yang berjalan, anakku dan syaithan duduk di pinggul dan pahanya, lalu menghiasinya
agar setiap orang memandanginya.” Syaithan juga berkata: “Keluarkan tanganmu”, lalu ia
mengeluarkan tangannya lalu syaithan pun menghiasi kukunya. “Mereka, anak – anakku selalu
meyusup dan berubah dari satu kondisi ke kondisi lainnya, dari satu pintu ke pintu yang lainnya
untuk menggoda manusia hingga mereka terhempas dari keikhlasan mereka. Akhirnya mereka
menyembah Allah tanpa ikhlas, namun mereka tidak merasa.
Tahukah kamu, Muhammad? bahwa ada rahib yang telah beribadat kepada Allah selama 70
tahun. Setiap orang sakit yang didoakan olehnya, sembuh seketika. Aku terus menggodanya
hingga ia berzina, membunuh dan kufur.” Tahukah kau Muhammad? Dusta berasal dari diriku.
Akulah mahluk pertama yang berdusta. Pendusta adalah sahabatku. Barangsiapa bersumpah
dengan berdusta, ia kekasihku.
Tahukah kau Muhammad? Aku bersumpah kepada Adam dan Hawa dengan nama Allah
Tahukah kau Muhammad? Aku bersumpah kepada Adam dan Hawa dengan nama Allah
bahwa aku benar – benar menasihatinya. Sumpah dusta adalah kegemaranku. Ghibah (gossip)
dan Namimah (Adu domba) kesenanganku. Kesaksian palsu kegembiraanku. Orang yang
bersumpah untuk menceraikan istrinya ia berada di pinggir dosa walau hanya sekali dan
walaupun ia benar. Sebab barang siapa membiasakan dengan kata – kata cerai, isterinya
menjadi haram baginya. Kemudian ia akan beranak cucu hingga hari kiamat. jadi semua anak
– anak zina dan ia masuk neraka hanya karena satu kalimat, CERAI.
Wahai Muhammad, Umatmu ada yang suka mengulur ulur shalat. Setiap ia hendak berdiri untuk
shalat, aku bisikan padanya waktu masih lama, kamu masih sibuk, lalu ia manundanya hingga
ia melaksanakan shalat di luar waktu, maka shalat itu dipukulkannya kemukanya. Jika ia
berhasil mengalahkanku, aku biarkan ia shalat. Namun aku bisikkan ke telinganya ‘lihat kiri dan
kananmu’, iapun menoleh. pada saat itu aku usap dengan tanganku dan kucium keningnya
serta aku katakan ’shalatmu tidak sah’
Bukankah kamu tahu Muhammad? Orang yang banyak menoleh dalam shalatnya akan dipukul.
Jika ia shalat sendirian, aku suruh dia untuk bergegas. ia pun shalat seperti ayam yang
mematuk beras. Jjika ia berhasil mengalahkanku dan ia shalat berjamaah, aku ikat lehernya
dengan tali, hingga ia mengangkat kepalanya sebelum imam, atau meletakkannya sebelum
imam. Kamu tahu bahwa melakukan itu batal shalatnya dan wajahnya akan dirubah menjadi
wajah keledai. Jika ia berhasil mengalahkanku, aku tiup hidungnya hingga ia menguap dalam
shalat. Jika ia tidak menutup mulutnya ketika mnguap, syaithan akan masuk ke dalamdirinya,
dan membuatnya menjadi bertambah serakah dan gila dunia. Dan iapun semakin taat padaku.
Kebahagiaan apa untukmu? Sedang aku memerintahkan orang miskin agar meninggalkan
shalat. aku katakan padaknya, ‘kamu tidak wajib shalat, shalat hanya wajib untuk orang yang
berkecukupan dan sehat. orang sakit dan miskin tidak, jika kehidupanmu telah berubah baru
kau shalat.’ Ia pun mati dalam kekafiran. Jika ia mati sambil meninggalkan shalat maka Allah
akan menemuinya dalam kemurkaan.
Wahai Muhammad, jika aku berdusta Allah akan menjadikanku debu. Wahai Muhammad,
apakah kau akan bergembira dengan umatmu padahal aku mengeluarkan seperenam mereka
dari islam?”
Rasulullah bertanya: “Berapa hal yang kau pinta dari Tuhanmu?”
Rasulullah bertanya: “Berapa hal yang kau pinta dari Tuhanmu?”
Iblis: “10 macam”
Rasulullah: “Apa saja?”
Iblis mejawab:
1. Aku minta agar Allah membiarkanku berbagi dalam harta dan anak manusia, Allah
mengizinkan. Allah berfirman: “Berbagilah dengan manusia dalam harta dan anak. dan
janjikanlah mereka, tidaklah janji setan kecuali tipuan.” (QS Al-Isra :64). Harta yang tidak
dizakatkan, aku makan darinya. Aku juga makan dari makanan haram dan yang bercampur
dengan riba, aku juga makan dari makanan yang tidak dibacakan nama Allah.
2. Aku minta agar Allah membiarkanku ikut bersama dengan orang yang berhubungan dengan
2. Aku minta agar Allah membiarkanku ikut bersama dengan orang yang berhubungan dengan
istrinya tanpa berlindung dengan Allah, maka setan ikut bersamanya dan anak yang dilahirkan
akan sangat patuh kepada syaithan.
3. Aku minta agar bisa ikut bersama dengan orang yang menaiki kendaraan bukan untuk tujuan
3. Aku minta agar bisa ikut bersama dengan orang yang menaiki kendaraan bukan untuk tujuan
yang halal.
4. Aku minta agar Allah menjadikan kamar mandi sebagai rumahku.
5. Aku minta agar Allah menjadikan pasar sebagai masjidku.
6. Aku minta agar Allah menjadikan syair sebagai Quranku.
7. Aku minta agar Allah menjadikan pemabuk sebagai teman tidurku.
8. Aku minta agar Allah memberikanku saudara, maka Ia jadikan orang yang membelanjakan
4. Aku minta agar Allah menjadikan kamar mandi sebagai rumahku.
5. Aku minta agar Allah menjadikan pasar sebagai masjidku.
6. Aku minta agar Allah menjadikan syair sebagai Quranku.
7. Aku minta agar Allah menjadikan pemabuk sebagai teman tidurku.
8. Aku minta agar Allah memberikanku saudara, maka Ia jadikan orang yang membelanjakan
hartanya untuk maksiat sebagai saudaraku. Allah berfirman: “Orang -orang boros adalah
saudara – saudara syaithan.” (QS Al-Isra : 27).
9. Wahai Muhammad, aku minta agar Allah membuatku bisa melihat manusia sementara
mereka tidak bisa melihatku.
10. Dan aku minta agar Allah memberiku kemampuan untuk mengalir dalam aliran darah
10. Dan aku minta agar Allah memberiku kemampuan untuk mengalir dalam aliran darah
manusia.
Allah menjawab: “Silahkan”, dan aku bangga dengan hal itu hingga hari kiamat. Sebagian besar
Allah menjawab: “Silahkan”, dan aku bangga dengan hal itu hingga hari kiamat. Sebagian besar
manusia bersamaku di hari kiamat.
Iblis berkata: “Wahai muhammad, aku tak bisa menyesatkan orang sedikitpun, aku hanya bisa
Iblis berkata: “Wahai muhammad, aku tak bisa menyesatkan orang sedikitpun, aku hanya bisa
membisikan dan menggoda. Jika aku bisa menyesatkan, tak akan tersisa seorangpun…!!
Sebagaimana dirimu, kamu tidak bisa memberi hidayah sedikitpun, engkau hanya rasul yang
menyampaikan amanah. Jika kau bisa memberi hidayah, tak akan ada seorang kafir pun di
muka bumi ini. Kau hanya bisa menjadi penyebab untuk orang yang telah ditentukan sengsara.
Orang yang bahagia adalah orang yang telah ditulis bahagia sejak di perut ibunya. Dan orang
yang sengsara adalah orang yang telah ditulis sengsara semenjak dalam kandungan ibunya.”
Rasulullah SAW lalu membaca ayat: “Mereka akan terus berselisih kecuali orang yang
dirahmati oleh Allah SWT.” (QS Hud :118 – 119) Juga membaca: “Sesungguhnya ketentuan
Allah pasti berlaku.” (QS Al-Ahzab : 38) Iblis lalu berkata: “Wahai Muhammad Rasulullah, takdir
telah ditentukan dan pena takdir telah kering.
Maha Suci Allah yang menjadikanmu pemimpin para nabi dan rasul, pemimpin penduduk
Maha Suci Allah yang menjadikanmu pemimpin para nabi dan rasul, pemimpin penduduk
surga, dan yang telah menjadikan aku pemimpin mahluk mahluk celaka dan pemimpin
penduduk neraka. aku si celaka yang terusir, ini akhir yang ingin aku sampaikan kepadamu.
dan aku tak berbohong.”


No comments:
Post a Comment